6 tempat cerah untuk hidup nyaman dengan jaminan sosial

Apa itu Indikator Siklus Bisnis (ICC)?

Business Cycle Indicators (CCI) adalah gabungan dari indeks terkemuka, kebetulan, dan tertinggal yang dibuat oleh Conference Board dan digunakan untuk meramalkan, menentukan tanggal, dan mengkonfirmasi perubahan arah ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Mereka diterbitkan setiap bulan dan dapat digunakan untuk mengukur puncak dan palung dalam siklus bisnis.

Poin penting untuk diingat

  • Business Cycle Indicators (CCI) adalah indeks gabungan dari indikator leading, lagging, dan bertepatan yang digunakan untuk menganalisis dan memperkirakan tren dan titik balik dalam perekonomian.
  • Berbagai organisasi publik dan swasta mengumpulkan dan menganalisis data dan statistik ekonomi untuk membangun dan memantau BCI.
  • BCI harus digunakan bersama dengan statistik ekonomi lainnya untuk memahami sifat sebenarnya dari kegiatan ekonomi.

Memahami Indikator Siklus Bisnis (ICC)

Ekonomi umumnya tidak tumbuh pada tingkat linier atau eksponensial yang konstan, melainkan mengalami periode pertumbuhan yang lebih cepat atau lebih lambat serta episode sesekali penurunan langsung dalam kegiatan ekonomi. Fluktuasi aktivitas ekonomi yang hampir periodik ini, seperti output dan kesempatan kerja, disebut siklus bisnis. Biasanya ada peningkatan aktivitas yang mencapai puncaknya, atau puncaknya, diikuti oleh penurunan output dan kesempatan kerja hingga perekonomian mencapai titik terendah, yang disebut palung.

Sementara siklus bisnis masa lalu mungkin menunjukkan pola yang cenderung berulang sampai batas tertentu, waktu puncak dan palung dalam siklus bisnis tidak selalu dapat diprediksi. Memahami, memprediksi, dan mengatasi volatilitas siklus ini adalah penelitian utama bagi para ekonom, pembuat keputusan publik, dan investor swasta.

Salah satu dorongan utama dari penelitian ini adalah pengukuran dan penanggalan tren dan titik balik dalam data dan statistik ekonomi. Dari penelitian ini, banyak set indikator yang dibangun.

Sejarah indikator siklus bisnis

Wesley Mitchell dan Arthur Burns dari National Bureau of Economic Research (NBER) bertanggung jawab untuk menyusun set BCI pertama dan menggunakannya untuk menganalisis siklus boom dan bust ekonomi selama tahun 1930-an. Menurut NBER, ada total sebelas siklus bisnis antara 1945 dan 2009.

Departemen Perdagangan AS mulai menerbitkan BCI pada tahun 1960. Tugas menyusun dan menerbitkan indikator diprivatisasi pada tahun 1995, dengan Dewan Konferensi bertanggung jawab atas laporan tersebut.

Interpretasi indikator siklus bisnis

Menafsirkan BCI melibatkan lebih dari sekadar membaca grafik. Perekonomian terlalu kompleks untuk diringkas dalam beberapa statistik. Jadi, investor, pedagang, dan bisnis harus menyadari bahwa tidak masuk akal untuk percaya bahwa satu indikator, atau bahkan serangkaian indikator, selalu memberikan sinyal nyata dan tidak pernah gagal untuk memprediksi perubahan ekonomi.

BCI dibangun dengan memeriksa berbagai data pemerintah dan sektor swasta, yang secara statistik berkorelasi atau secara logis terkait dengan kinerja makroekonomi nasional.

Indikator Siklus Bisnis Conference Board (ICC)

Salah satu set BIC terbesar dan paling banyak ditonton adalah yang diterbitkan oleh Conference Board. Ini termasuk set lengkap indeks komposit maju, bertepatan dan tertinggal untuk berbagai ekonomi nasional.

Indikator utama dari siklus bisnis

Leading indicator mengukur aktivitas ekonomi di mana perubahan dapat memprediksi awal siklus ekonomi. Komponen Indeks Leading Indicator termasuk rata-rata jam kerja mingguan di bidang manufaktur, pesanan pabrik untuk barang, izin bangunan dan harga saham. Perubahan metrik ini bisa menandakan perubahan dalam siklus bisnis.

Conference Board mencatat bahwa indikator utama mendapat perhatian paling besar karena kecenderungan kuatnya untuk berubah sebelum siklus ekonomi. Komponen lain dari indikator utama termasuk Indeks Ekspektasi Konsumen, Klaim Asuransi Pengangguran Mingguan Rata-rata dan Spread Suku Bunga.

Indikator utama paling berarti, menurut Conference Board, ketika dimasukkan dalam kerangka kerja yang mencakup indikator kebetulan dan indikator tertinggal, karena mereka membantu memberikan konteks statistik yang diperlukan untuk memahami sifat sebenarnya dari kegiatan ekonomi.

Indikator siklus bisnis yang tertinggal

Indikator lagging mengkonfirmasi tren yang diprediksi oleh indikator utama. Indikator lagging berubah setelah perekonomian memasuki periode fluktuasi.

Komponen indeks indikator lagging yang disorot oleh Conference Board termasuk durasi rata-rata pengangguran, biaya tenaga kerja per unit output manufaktur, rata-rata suku bunga utama, indeks harga rumah, konsumsi (CPI) dan aktivitas pinjaman komersial.

Indikator siklus bisnis yang kebetulan

Indikator bertepatan adalah ukuran agregat dari aktivitas ekonomi yang berubah seiring berjalannya siklus bisnis. Contoh komponen indeks bertepatan termasuk tingkat pengangguran, tingkat pendapatan pribadi, dan produksi industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *